Apa itu Motivasi?
You miss 100% of the shots you
don’t take. –Wayne Gretzky
Anda tidak mendapatkan satu hal
pun jika Anda tidak bertindak. Motivasi adalah dorongan dalam diri kita yang
membuat kita bertindak. Motivasi adalah sebuah proses yang membuat kita
memulai, dan motivasi membimbing kita untuk melakukan hal yang sesuai dengan
tujuan tertentu, dan mempertahankannya sampai tujuan itu tercapai. Seandainya
Anda ingin membaca artikel ini, kemungkinan ada satu atau beberapa aspek dalam
kehidupan Anda yang Anda merasa kurang motivasi atau kurang bertindak atau
banyak menunda.
Jika kita melihat definisi
motivasi di atas, maka satu hal yang kita butuhkan adalah kejelasan. Jelas
dengan apa yang kita inginkan dan jelas bahwa diri kita layak untuk
mendapatkannya, jelas dalam diri bahwa kita bisa melakukan sesuatu, merasa
mampu untuk mencapainya.
Apa yang menghambat seseorang
sehingga tidak ada motivasi dalam dirinya?
Pertama tentu kita perlu melihat
kembali masa kecil kita. Siapa yang masa kecilnya, sama sekali tidak
termotivasi. Pernah lihat balita malas-malasan? Kecuali dia sakit atau ada
kejadian traumatis yang meng-imprint sebuah program yang membuatnya demikian.
Nah, bagaimana jika si Balita ini menginginkan sesuatu? Perhatikan, balita ini
menginginkan sesuatu. Berarti dia memiliki tujuan. Bagaimana sikapnya?
Dia akan melakukan apapun untuk
mendapatkanya, betul? Jika dia sudah bisa berbicara, dia bisa jadi seorang
salesman yang sangat luar biasa, saya pikir Jordan Belfort pun bisa kalah sama
anak kecil ini. Balita yang sudah bisa bicara akan menggunakan segala akalnya
untuk selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan dia sangat memahami bahwa,
seandainya orangtuanya berkata tidak, itu bukan berarti selamanya tidak. Ia
akan mencoba dengan cara lain, di lain waktu, dan itu biasanya tidak sampai
lima menit sudah mencoba kembali.
Kebayang situasi itu? Itulah
motivasi. Dan kabar baiknya, Anda semuanya, Saya, setiap orang, juga demikian
saat kita masih kecil dulu. Lalu mengapa sekarang hilang? Ini karena satu emosi
yang mendorong kita termotivasi seperti itu sudah lenyap, atau paling tidak
kecil. Apa itu? Rasa ingin tahu. Mengapa rasa ingin tahu? Karena rasa ingin
tahu akan membuat semua orang melakukan sesuatu untuk mengalaminya,
mendapatkannya, dan menjawab rasa ingin tahunya.
Mengapa hilang? Banyak hal yang
menyebabkannya, tapi kalau bisa disimpulkan, maka itu adalah pemrograman yang
salah. Misalnya saat kita bisa bicara, kita selalu bertanya, kenapa ini? Kenapa
itu? dan orangtua kita yang kelelahan mengatakan, “Bisa diam ga sih, mama lagi
capek nih.” Itu salah satunya. Salah duanya adalah saat kita di sekolah,
sekolah adalah satu tempat yang membuat kita takut salah. Karena kalau salah,
dihukum, diejek sama teman, dapat nilai jelek. Jadi salah adalah biang keroknya,
supaya ga salah, ya gampang, tidak melakukan apa-apa.
Baik, jika sudah terjadi dalam
diri Anda, maafkanlah orangtua Anda, maafkan diri Anda, maafkan semua orang
yang membuat Anda tidak termotivasi, tidak berani melakukan sesuatu walaupun
api rasa ingin tahu Anda begitu besar dalam diri Anda. Ambil tanggung jawab.
Ini adalah kehidupan Anda. Bukan berarti Anda salah, tapi Anda
bertanggungjawab. Tidak ada orang lain di dunia ini yang bertanggungjawab atas
kehidupan Anda kecuali diri Anda sendiri.
Sudah siap mengambil
tanggungjawab 100%? Ya? Great! Sekarang kita membahas lebih dalam lagi.
Ada dua tipe orang kalau kita
lihat dari cara ia termotivasi. Yang pertama adalah ia termotivasi kalau ingin
mencapai sesuatu. Kita menyebut orang ini memiliki motivasi mendekati, atau
moving toward. Contohnya, orang termotivasi untuk mendapatkan sesuatu,
mendapatkan pacar misalnya, ia akan memikirkan apa yang bisa ia lakukan bersama
pacarnya – nonton, makan bareng misalnya, jangan mikir yang bukan-bukan –
kebahagiaan apa yang bisa ia dapatkan kalau dia punya pacar.
Yang kedua adalah orang yang
termotivasi jika akan kehilangan sesuatu atau akan terjadi sesuatu yang tidak
diinginkan. Ini kita sebut sebagai orang yang menjauhi, atau moving away. Ia
sangat termotivasi jika sesuatu yang negatif akan terjadi. Misalnya untuk
mendapatkan pacar, ia berpikir, usia, kalau usia begini masih belum pacaran
malulah, apa kata dunia?
Anda termasuk yang mana? Hehe,
tapi yang terpenting adalah tidak mengkotak-kotakkan. Dua hal ini ada dalam
diri kita, jika kita bisa memanfaatkan kedua dorongan ini dengan baik, tidak
ada yang bisa menghentikan kita. Karena pikiran kita selalu bekerja dengan
prinsip mencari nikmat menghindari sengsara.
Mencari nikmat artinya kita
menjalankan motivasi mendekati. Menghindari sengsara artinya kita menjauhi
sesuatu. Secara alamiah, manusia akan lebih terdorong dari menghindari
sengsara, salah satu penyebabnya adalah karena ia tidak mau kehilangan apa yang
telah ia miliki.
Gunakan dalam porsi yang tepat
untuk membangun motivasi Anda. Jika Anda lebih “Mendekati”, berilah porsi yang
lebih besar pada alasan mengapa Anda perlu mencapai tujuan itu, apa kenikmatan
dan manfaat yang bisa Anda dapatkan. Sebaliknya, Jika Anda lebih cenderung
“Menjauhi”, gunakan alasan lebih banyak yang menjauhi, apa yang bisa
diselamatkan, atau bisa tidak terjadi jika Anda mencapai tujuan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar